WARTAGLOBAL.ID || NTT, Nagekeo – Suasana penuh sukacita, persaudaraan, dan semangat iman mewarnai pelaksanaan Hayemar Youth Day (HYD) 2026 yang digelar di Paroki Hati Yesus Hati Maria Boanio, Kabupaten Nagekeo. Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai stasi berkumpul dalam satu perayaan iman yang berlangsung selama lima hari, sejak Senin hingga Jumat (12/6/2026).
Mengusung tema "OMK Berziarah Dalam Iman, Harapan, dan Pelayanan", kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kaum muda Katolik untuk memperkuat spiritualitas, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan semangat pelayanan di tengah kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Namun, HYD 2026 bukan sekadar kegiatan tahunan atau perayaan yang berlangsung sesaat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi Generasi Muda Orang Muda Katolik (OMK) yang dilaksanakan oleh Paroki Boanio. Sementara rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut merupakan puncak dari proses pembinaan yang telah berjalan sebelumnya di tingkat stasi maupun paroki dan dipadukan dengan perayaan Pesta Pelindung Paroki.
Sejak hari pertama, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Ratusan OMK dari delapan stasi memasuki arena kegiatan dengan yel-yel kreatif yang menggambarkan identitas dan semangat masing-masing kelompok. Suasana semakin meriah dengan sambutan hangat umat dan masyarakat setempat yang turut hadir menyaksikan pembukaan kegiatan tersebut.
Kemegahan acara pembukaan semakin terasa berkat penampilan Marching Band SMA Negeri 2 Aesesa (SMANDU) Nagekeo yang berhasil membangkitkan semangat peserta dan para tamu undangan. Tak hanya itu, siswa-siswi dari SDK Nataia, SDN Nataia, dan SMP Kalasansa turut memukau hadirin melalui tarian tradisional Ja'i yang sarat makna budaya dan nilai kebersamaan.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan, gereja, dan masyarakat tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
HYD 2026 juga memiliki makna tersendiri karena melibatkan OMK dari wilayah yang cukup luas dan tersebar di tiga kecamatan berbeda. Delapan kelompok OMK yang ambil bagian dalam kegiatan ini yakni OMK Jawatiwa, Ratedao, Neso, Boanai, Roe, Boazea, dan Boanio.
OMK Ratedao berasal dari Kecamatan Wolowae, OMK Jawatiwa berasal dari Kecamatan Aesesa Selatan, sementara stasi lainnya berasal dari Kecamatan Aesesa. Jarak geografis yang selama ini menjadi tantangan seakan sirna selama pelaksanaan HYD, ketika para peserta dipersatukan dalam semangat iman dan persaudaraan.
Selain menjadi wadah pembinaan rohani, HYD 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkuat kebersamaan antar kaum muda. Salah satunya adalah sesi sharing Kitab Suci yang dilaksanakan pada Selasa, di mana para peserta diajak untuk merenungkan Sabda Tuhan, berbagi pengalaman hidup, serta memperdalam pemahaman iman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, para OMK tidak hanya semakin mengenal satu sama lain, tetapi juga memperoleh bekal rohani yang diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan kembali di stasi masing-masing setelah kegiatan berakhir.
Berbagai perlombaan olahraga dan seni turut mewarnai jalannya kegiatan. Pada cabang sepak bola, OMK Stasi Boanai berhasil tampil gemilang dan meraih gelar juara pertama. Posisi kedua ditempati OMK Stasi Neso, sementara OMK Stasi Roe berhasil mengamankan posisi ketiga.
Prestasi serupa kembali ditorehkan OMK Stasi Boanai pada cabang bola voli dengan meraih juara pertama. Juara kedua diraih OMK Stasi Boanio, sedangkan posisi ketiga menjadi milik OMK Stasi Boazea.
Di bidang seni, persaingan berlangsung tidak kalah menarik. Pada lomba paduan suara, OMK Stasi Boanio tampil memukau dewan juri dan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati OMK Stasi Roe, sementara OMK Stasi Boanai meraih juara ketiga.
Berbagai perlombaan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun kekompakan, sportivitas, kreativitas, dan rasa saling menghargai di antara kaum muda Katolik.
Dalam sambutannya pada acara penutupan, Pastor Paroki Boanio, RP. Yohanes De Deo Porsi Nusa, S.V.D menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi seluruh peserta selama pelaksanaan HYD 2026.
Menurutnya, kegiatan kepemudaan seperti HYD tidak boleh berhenti hanya pada kemeriahan acara semata, melainkan harus mampu menghasilkan dampak positif bagi kehidupan umat di setiap stasi.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar ikut ramai atau hura-hura saja. Lebih dari itu, harus ada sesuatu yang bisa dibawa pulang dan bermanfaat bagi umat di stasi masing-masing,” tegas Pater Porsi.
Ia juga memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari komitmen paroki dalam mendampingi dan memberdayakan kaum muda.
“Kegiatan ini akan berlanjut di tahun depan. Untuk menjaga semangat kebersamaan dan keadilan, sistem pemilihan panitia tahun depan akan dilakukan melalui undian,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Rangkaian Hayemar Youth Day 2026 akhirnya ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba. Momen penutupan semakin berkesan ketika seluruh peserta bergandengan tangan dalam tarian Ja'i bersama, sebuah simbol persatuan dan persaudaraan yang melampaui perbedaan asal stasi maupun wilayah.
Lebih dari sekadar perayaan yang berlangsung setiap tahun, HYD 2026 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan OMK yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan generasi muda Katolik yang tangguh dalam iman, kuat dalam persaudaraan, dan siap melayani. Di tengah berbagai tantangan zaman, semangat yang tumbuh dari Boanio menunjukkan bahwa Gereja akan terus hidup dan berkembang ketika kaum mudanya diberi ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan berziarah bersama dalam iman, harapan, dan pelayanan.
( Gebby Rata )
KALI DIBACA


.jpg)

No comments:
Post a Comment