Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Babinsa Koramil Biudukfoho Bahu-Membahu Bersama Jemaat Bangun Rumah Ibadah di Weliman - Warta Global NTT

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Babinsa Koramil Biudukfoho Bahu-Membahu Bersama Jemaat Bangun Rumah Ibadah di Weliman

Saturday, 16 May 2026
Sinergi tanpa sekat antara Babinsa Sertu Henry Rumamelete dan Jemaat Musafir Kota Bone

WARTAGLOBAL.ID || NTT, Malaka - Di tengah hamparan panas matahari yang menyelimuti Dusun Kota Bone, Desa Bone Tasea, Kecamatan Weliman, terdengar suara palu bertalu-talu berpadu dengan semangat gotong royong masyarakat. Tumpukan batu batako, pasir, dan semen menjadi saksi lahirnya sebuah kebersamaan yang tidak hanya membangun bangunan fisik, tetapi juga memperkokoh persaudaraan antara TNI dan rakyat.

Di lokasi pembangunan rumah ibadah Jemaat Musafir Kota Bone itu, tampak seorang prajurit TNI berseragam loreng bekerja tanpa mengenal lelah. Dengan tangan yang dipenuhi debu semen dan keringat yang membasahi wajahnya, ia ikut mengangkat material bangunan, mencampur semen, hingga membantu mendirikan tiang-tiang bangunan bersama warga.

Prajurit tersebut adalah Sersan Satu (Sertu) Henry Rumamelete, Babinsa Koramil 1605-09/Biudukfoho yang hadir bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan membawa semangat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat binaannya.

Kehadiran Sertu Henry di tengah-tengah jemaat menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Semua larut dalam semangat gotong royong demi mewujudkan rumah ibadah yang selama ini menjadi harapan warga Jemaat Musafir Kota Bone.

Sejak pagi hari, aktivitas pembangunan sudah dimulai. Warga datang membawa peralatan seadanya, sementara kaum ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja. Di tengah kesibukan itu, sosok Babinsa terlihat aktif berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak mengenal batas tugas formal.

“Tugas kami sebagai Babinsa bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat. Rumah ibadah adalah fondasi spiritual warga. Jika masyarakat bersemangat membangunnya, maka kami dari TNI akan melipatgandakan semangat itu,” ujar Sertu Henry Rumamelete di sela-sela kegiatan gotong royong.

Pernyataan tersebut bukan sekadar kata-kata. Semangat dan ketulusan yang ditunjukkan Babinsa Koramil 1605-09/Biudukfoho benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat. Kehadirannya menjadi energi tambahan bagi warga yang selama ini bekerja dengan keterbatasan fasilitas dan kemampuan.

Bagi Jemaat Musafir Kota Bone, pembangunan rumah ibadah ini memiliki makna yang sangat mendalam. Selama bertahun-tahun, mereka mendambakan tempat ibadah yang layak sebagai pusat kegiatan rohani dan pemersatu jemaat. Namun keterbatasan ekonomi membuat proses pembangunan berjalan perlahan.

Di tengah perjuangan tersebut, dukungan dari Babinsa menjadi suntikan moral yang luar biasa. Warga mengaku merasa tidak sendirian menghadapi tantangan pembangunan.

Salah satu perwakilan Jemaat Musafir Kota Bone mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh TNI, khususnya Koramil 1605-09/Biudukfoho.

“Kami sangat terharu dan bersyukur. Kehadiran Pak Babinsa membuat kami semakin semangat. Beliau tidak hanya memberi dukungan, tetapi benar-benar turun bekerja bersama kami. Ini menjadi kekuatan besar bagi jemaat,” ungkapnya.

Menurut warga, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan rumah ibadah tersebut menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatasi berbagai kesulitan sosial kemasyarakatan.

Semangat gotong royong yang kini mulai memudar di sejumlah daerah justru tampak hidup dan menyala di Dusun Kota Bone. Kebersamaan antara warga dan aparat TNI memperlihatkan bahwa nilai-nilai persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Di tempat terpisah, Danramil 1605-09/Biudukfoho menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Sertu Henry Rumamelete merupakan bagian dari implementasi tugas pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat yang menempatkan prajurit untuk selalu hadir bersama rakyat.

Menurutnya, keberadaan Babinsa harus mampu menjadi penggerak dan motivator di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan-kegiatan sosial yang membawa manfaat nyata bagi warga.

“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Apa yang dilakukan Sertu Henry adalah bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat,” tegasnya.

Pembangunan rumah ibadah Jemaat Musafir Kota Bone sendiri direncanakan akan terus dilakukan secara bertahap hingga selesai. Meski masih membutuhkan banyak dukungan dan perjuangan, semangat warga kini semakin kuat karena mereka merasakan kebersamaan yang tulus.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, gotong royong tersebut telah membangun pondasi persaudaraan yang kokoh antara TNI dan masyarakat. Sebuah pesan sederhana namun kuat kembali terlihat di Dusun Kota Bone: ketika TNI dan rakyat bersatu, tidak ada pekerjaan berat yang tidak bisa diselesaikan bersama.

Aksi kemanunggalan yang ditunjukkan Babinsa Koramil 1605-09/Biudukfoho bersama Jemaat Musafir Kota Bone menjadi contoh bahwa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh persaudaraan.

Reporter: Roy S

KALI DIBACA

No comments:

Post a Comment