WARTAGLOBAL.ID || Nagekeo – Menanggapi narasi sepihak saudara Ferdinandus Dhosa (Ferdin) di media NTTNEWS.NET, Redaksi WARTAGLOBAL.ID secara resmi merilis sanggahan untuk meluruskan fakta yang sebenarnya dan membongkar upaya manipulasi yang dilakukan oleh oknum mantan Caleg tersebut.
1. Redaksi menegaskan bahwa klaim Ferdinandus mengenai sapi milik Kepala Desa Labolewa yang merusak tanaman padi miliknya adalah Berita Bohong (Hoaks). Narasi ini sengaja diciptakan untuk memojokkan korban (Kepala Desa) dan membangun opini seolah-olah tindakan penganiayaan yang dilakukan Ferdinandus memiliki pembenaran.
"Kami memiliki bukti dan saksi yang menyatakan bahwa narasi kerusakan kebun tersebut hanyalah skenario karangan pelaku untuk menutupi aksi brutalnya terhadap warga kecil dan pejabat desa," tegas Dewan Redaksi WARTAGLOBAL.ID.
2. Sangat kontradiktif dengan pernyataannya di media lain yang menyerang profesionalisme wartawan kami, Ferdinandus Dhosa justru tercatat mencoba melakukan lobi personal kepada wartawan WARTAGLOBAL.ID (Gebby Rata) untuk menghentikan pemberitaan kasus ini.
Redaksi mengantongi bukti chat langsung dari Ferdinandus kepada wartawan kami yang berbunyi:
“Paman jasa baik Paman tuk mendamaikan kami semua akan saya ingat dan jika sewaktu-waktu paman butuh bantuan saya, akan saya maksimalkan tuk Paman.”
Pesan ini menunjukkan niat jahat pelaku untuk mencoba "membeli" independensi jurnalis kami dengan janji bantuan maksimal (gratifikasi jasa) demi mengubur kasus penganiayaan tersebut. WARTAGLOBAL.ID menegaskan bahwa kami tidak bisa disuap dan tidak akan tunduk pada upaya lobi-lobi ilegal semacam ini.
3. Redaksi mengecam keras serangan personal Ferdinandus yang mengungkit hubungan kekeluargaan wartawan kami. Hal ini adalah bentuk Character Assassination (pembunuhan karakter) yang dilakukan pelaku karena gagal melakukan lobi melalui pesan singkat tersebut.
Perlu dicatat, setiap berita yang tayang di WARTAGLOBAL.ID adalah produk kolektif institusi yang telah melalui verifikasi ketat, bukan opini pribadi wartawan lapangan.
4. Dengan adanya bukti baru berupa upaya pengondisian kasus melalui pesan singkat kepada wartawan kami, WARTAGLOBAL.ID mendesak Polres Nagekeo untuk:
1 Segera menahan Ferdinandus Dhosa atas dugaan penganiayaan dan penyiksaan.
2 Memasukkan bukti chat tersebut sebagai bagian dari upaya pelaku merintangi keadilan (obstruction of justice).
Redaksi Mencatat: Kebebasan pers di Nagekeo tidak boleh dibeli dengan janji "jasa baik" dari pelaku kriminal. Kami tetap berdiri tegak bersama para korban. (***)
KALI DIBACA



.jpg)
No comments:
Post a Comment