WARTAGLOBAL.ID || NTT, Soe - DPC Pospera TTS kembali menyuarakan panggilan perjuangan rakyat melalui agenda bertajuk Konsolidasi Aksi #SAVEgresyana. Seruan itu menjadi tanda bahwa masih ada kegelisahan di tengah masyarakat terkait proses penyelesaian persoalan yang dinilai belum menemukan titik terang.
Dalam undangan yang beredar luas di tengah masyarakat dan kalangan aktivis, DPC Pospera TTS mengajak seluruh elemen rakyat, kaum muda, mahasiswa, aktivis sosial, hingga masyarakat kecil untuk bersatu menyuarakan aspirasi secara terbuka dan bermartabat. Ajakan tersebut lahir dari keyakinan bahwa keadilan tidak boleh berhenti hanya sebagai slogan, melainkan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Ketika keadilan dan kebenaran dihilangkan maka kita harus berjuang mempertahankannya,” demikian salah satu kutipan dalam seruan tersebut yang langsung menarik perhatian publik.
Bagi sebagian masyarakat di daerah, perjuangan terhadap keadilan bukan sekadar isu hukum semata, melainkan menyangkut harga diri, harapan, dan rasa percaya masyarakat terhadap proses penyelesaian masalah yang sedang berlangsung. Karena itu, gerakan #SAVEgresyana disebut bukan hanya tentang satu nama atau satu persoalan, tetapi juga tentang suara rakyat kecil yang ingin didengar.
Dalam isi ajakan itu juga ditegaskan bahwa berbagai langkah persuasif dan komunikasi sebelumnya telah dilakukan. Namun karena dinilai belum membuahkan hasil yang memuaskan, maka konsolidasi massa dianggap perlu sebagai bentuk penyatuan sikap dan kekuatan moral rakyat.
Meski menggunakan kalimat perjuangan yang tegas, DPC Pospera TTS tetap diharapkan mengedepankan prinsip demokrasi, ketertiban umum, dan penghormatan terhadap hukum yang berlaku. Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa penyampaian aspirasi secara damai merupakan hak setiap warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi Indonesia.
Di tengah dinamika sosial yang berkembang, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan. Aspirasi, kritik, dan tuntutan publik dinilai akan lebih bermakna apabila disampaikan dengan tertib, bermartabat, dan fokus pada substansi persoalan.
Kehadiran gerakan sosial seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat saat ini semakin berani menyuarakan apa yang mereka anggap sebagai bentuk ketidakadilan. Di banyak daerah, suara rakyat sering kali lahir dari keresahan panjang yang dipendam dalam diam. Ketika ruang dialog dianggap belum cukup memberi jawaban, maka konsolidasi menjadi jalan untuk menunjukkan bahwa rakyat masih memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Seruan “Mari bangkit, bergerak, dan melawan segala praktik-praktik yang menghilangkan hak dan keadilan bagi rakyat” dalam undangan tersebut menjadi gambaran semangat perjuangan akar rumput yang tumbuh dari bawah. Bahasa yang digunakan memang lugas dan emosional, namun bagi sebagian kalangan itu dipandang sebagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat yang menginginkan perhatian lebih serius terhadap persoalan yang diperjuangkan.
Di sisi lain, sejumlah pihak berharap agar semua proses yang berkaitan dengan gerakan #SAVEgresyana tetap berada dalam koridor hukum dan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang merugikan masyarakat luas. Dialog terbuka antara semua pihak dinilai tetap menjadi jalan terbaik agar persoalan dapat diselesaikan secara adil dan bijaksana.
Suasana konsolidasi yang direncanakan itu diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi para simpatisan dan masyarakat yang selama ini mengikuti perkembangan isu tersebut. Selain sebagai wadah menyatukan langkah, agenda itu juga dipandang sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Nama kontak panitia juga dicantumkan dalam undangan sebagai bentuk keterbukaan koordinasi bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam agenda konsolidasi tersebut. Semangat “Merdeka” yang menjadi penutup seruan itu bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga simbol bahwa perjuangan rakyat akan terus hidup selama masih ada harapan terhadap keadilan dan kebenaran.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi lebih rinci mengenai bentuk aksi lanjutan maupun tuntutan utama dalam gerakan #SAVEgresyana. Namun yang pasti, seruan tersebut telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat dan menunjukkan bahwa suara rakyat di daerah tetap hidup dan terus mencari ruang untuk didengar. (Roy S)
KALI DIBACA


.jpg)

No comments:
Post a Comment